Drainase Jalan Pajak Bahagia Retak Belum Selesai Dibangun, PPTK PUTR: Harus Dibongkar, Bukan Ditempel

Uncategorized107 Dilihat

Tanjungbalai, Metrodua.news – Pembangunan drainase di arah Jalan Pajak Bahagia, Kota Tanjungbalai, menuai sorotan. Proyek yang belum selesai dikerjakan itu sudah mengalami retak, diduga akibat mutu pekerjaan dan cerocok yang kurang diperhatikan pihak ketiga selaku pelaksana.

Ironisnya, bagian drainase yang retak tersebut hanya ditempel tanpa dibongkar ulang.

Menanggapi hal itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUTR Kota Tanjungbalai, Aulia, menegaskan pekerjaan yang retak harus dibongkar.

Ditemui di ruangannya pada Senin (2/11/2026), Aulia mengatakan pemborong seharusnya membongkar bagian yang retak dan menambah cerocok sebagai penahan batu agar konstruksi lebih kuat.

“Terhadap pemborong drainase yang retak kok ditempel, harusnya dibongkar dan tambah cerocoknya agar penahanan batu drainase yang retak supaya lebih kuat,” kata Aulia.

Ia menambahkan, Wali Kota sebelumnya bersama Kadis PUTR sudah turun langsung ke lapangan dan mengarahkan agar drainase yang retak harus dibongkar.

“Karena Pak Wali Kota yang lalu sudah turun ke lapangan bersama Kadis PUTR juga mengarahkan bagi retak drainase harus dibongkar,” tandasnya.

Aulia juga menyebut surat pemberitahuan dari aktivis terkait proyek tersebut sudah masuk ke ruangan Kadis dan telah dibahas. Kesimpulannya, bangunan drainase (parit batu) yang retak harus dibongkar.

Sementara itu, salah seorang aktivis yang enggan disebutkan namanya menegaskan akan terus memantau proyek tersebut. Menurutnya, proyek drainase tersebut menggunakan uang rakyat sehingga tidak boleh dikerjakan asal-asalan demi mengejar keuntungan.

“Kegiatan bangunan drainase di lokasi arah Pajak Bahagia itu yang retak harus dibongkar dan itu adalah uang rakyat. Jangan main-main pihak ketiga selaku pemborong untuk mengejar keuntungan yang banyak, karena itu uang rakyat. Bila tidak dibongkar kami tetap memantau dan eksis monitor di lapangan,” tegasnya.

Komentar