Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Samosir Serahkan 781 SK PPPK Paruh Waktu

Uncategorized127 Dilihat

Samosir, Metrodua.news – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Samosir tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang ikrar persatuan para pemuda 98 tahun silam di Tanah Lapang Pangururan, Rabu (28/10/2026).

Momentum tersebut juga diwarnai penyerahan petikan Surat Keputusan (SK) perpanjangan kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada 781 orang.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus menyerahkan petikan SK tersebut. Dari 781 PPPK Paruh Waktu yang menerima SK, sebanyak 122 orang merupakan tenaga pendidikan, 6 orang tenaga kesehatan, dan 653 orang tenaga teknis.

Penyerahan SK di tengah peringatan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan oleh generasi muda melalui perjuangan pada masa lalu, tetapi juga melalui kerja nyata dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan Sumpah Permudah ke-98 mengangkat tema “Patriotik, gigih, berempati: Pemuda Untuk Indonesia”. Turut dihadiri Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang dan pimpinan OPD lainnya, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Ketua DWP Ny. Asti Marudut Tua Sitinjak, jajaran ASN Pemkab Samosir, pelajar tingkat SD hingga SMA, anggota Pramuka Kwarcab Samosir serta organisasi kepemudaan.

Dalam pidato Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir yang dibacakan Wabup Samosir, ditegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.

Baca juga: Dorong Potensi Lokal dan Generasi Muda, Bupati Taput Hadiri Aktivasi Desa Kreatif di Silangkitang

Kemajuan Indonesia, kata Menpora, tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, teknologi maupun kekayaan, tetapi dimulai dari kualitas manusia. “Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan Menpora.

Menurutnya, generasi masa depan harus dibentuk menjadi pribadi yang patriotik, gigih dan berempati. Patriotisme tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus hadir dalam pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan diperlukan agar generasi muda tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan maupun kegagalan, sementara empati menjadi kekuatan agar keberhasilan tidak hanya dinikmati untuk kepentingan diri sendiri.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat. Generasi muda dituntut memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi, namun tetap memiliki karakter, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap bangsa. “Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” Ungkapnya.

Komentar