Kabupaten Bekasi, Metrodua.news – Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan jaminan kesehatan masyarakat menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan Gedung Kantor Cabang BPJS Kesehatan Cikarang di Jalan KH. Raden Ma’mun Nawawi, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Rabu (29/04/2026).
Dia menyampaikan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk mencapai 3,4 juta jiwa membutuhkan sistem jaminan kesehatan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan BPJS Kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar seluruh masyarakat terlindungi secara menyeluruh.
“Kabupaten Bekasi ini magnet yang sangat kuat, dengan ribuan perusahaan dan perputaran ekonomi yang besar. Saya ingin masyarakat Kabupaten Bekasi, ke mana pun mereka pergi, minimal memiliki jaminan kesehatan. Bukan dijaminkan hartanya, tetapi dijaminkan kesehatannya,” ujar Asep.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan merupakan investasi paling berharga bagi masyarakat. Karena itu, dirinya meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan tidak ada lagi persoalan tunggakan pembayaran layanan kesehatan yang dapat menghambat pelayanan kepada warga.
“Kalau sakit, saya ingin masyarakat cukup membawa kartu KIS atau BPJS dan bisa langsung berobat di mana pun. Jangan sampai ada hutang yang menghambat pelayanan. Selesaikan dan rapikan, karena ini menyangkut hak masyarakat,” tegasnya.
Asep juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan anggaran untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada BPJS Kesehatan. Sebagian besar kewajiban telah dibayarkan dan sisanya menunggu penyelesaian dari pemerintah provinsi agar pelayanan tetap berjalan maksimal.
Baca juga : Hadiri RUPS BJB, Wakil Wali Kota Bekasi: Turut Berpartisipasi Mensejahterakan Ekonomi Masyarakat
“Rp163 miliar sudah dibayar, sisanya tinggal sedikit lagi. Kalau provinsi membayar sekitar Rp50 miliar, kita sudah siapkan Rp27 miliar. Uangnya sudah ada, tinggal dibayarkan. Saya tidak ingin ke depan ada tunggakan lagi,” katanya.
Ia juga meminta rumah sakit, klinik, maupun puskesmas agar tetap mengedepankan pelayanan kemanusiaan dan tidak menolak pasien hanya karena persoalan administratif. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan prosedur semata.
“Silakan terima dulu pasiennya, jangan pertaruhkan nyawa karena bicara regulasi. Kalau masyarakat butuh pengobatan dan perawatan, itu yang harus didahulukan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Erwin Fadillah, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan layanan masyarakat dan kapasitas kantor sebelumnya yang sudah tidak lagi memadai untuk melayani peserta JKN.







Komentar